Suara.com - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama genap berusia 51 tahun di tanggal 29 Juni 2017 yang jatuh pada hari ini, Kamis.
Namun, sayangnya, lelaki yang akrab disapa Ahok itu harus merayakannya di dalam penjara Markas Komando Brigade Mobil di Depok, Jawa Barat.
Meski demikian, hal itu tak menyurutkan warga dari berbagai kalangan untuk menyampaikan selamat kepada tokoh yang dilahirkan di Manggar, Belitung Timur itu.
Paranormal Mbah Mijan turut menyampaikan selamat dengan kata-kata yang berbau politis di akun Twitternya.
"Selamat Ulang Tahun pak Ahok, kisah anda membuka hati kami bahwa banyaknya oknum yang menjual agama demi kepentingan politiknya!," tulisnya.
Berikutnya ada budayawan Goenawan Mohamad menulis,"Semoga panjang umur, Pak Ahok. Semoga panjang pula ingatan kami tentang kerja baik anda".
Ahok merupakan anak sulung dari pasangan (alm) Indra Tjahaja Purnama (Tjoeng Kiem Nam) dan Buniarti Ningsing (Boen Nen Tjauw). Dia dilahirkan dari keluarga keturunan Tionghoa-Indonesia dari suku Hakka (Kejia).
Ahok punya tiga adik, yaitu Basuri Tjahaja Purnama (dokter PNS dan Bupati di Kabupaten Belitung Timur), Fifi Lety (praktisi hukum), Harry Basuki (praktisi dan konsultan bidang pariwisata dan perhotelan).
Masa kecil Basuki lebih banyak dihabiskan di Desa Gantung, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, hingga selesai menamatkan pendidikan sekolah menengah tingkat pertama.
Tamat SMP, ia melanjutkan sekolah di Jakarta hingga memutuskan kuliah di Universitas Trisakti jurusan Teknik Geologi di Fakultas Teknik Mineral.
Selama tinggal di Jakarta, Ahok diasuh oleh seorang wanita Bugis Muslim bernama Misribu Andi Baso Amier binti Acca. Setelah lulus dengan gelar Insinyur Geologi, Ahok kembali ke Belitung dan mendirikan CV Panda yang bergerak di bidang kontraktor pertambangan PT Timah pada tahun 1989 dan sempat berkarier di politik dengan menjabat Bupati Belitung Timur.
Ahok menikah dengan Veronica asal Medan, Sumatera Utara, dan dikaruniai tiga orang putra-putri bernama Nicholas Sean Purnama, Nathania, dan Daud Albeenner.
Ahok telah divonis dua tahun penjara terkait kasus penodaan agama Islam setelah ia menyinggung surah Al Maidah 51 ketika berpidato di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, pada 27 September 2016.
Namun, saat di pengadilan, Ahok mengaku dirinya teringat saat mencalonkan diri di Pilkada Bangka Belitung.
Kata Ahok, ibu-ibu di Kepulauan Seribu terlihat polos sehingga ia berasumsi ibu-ibu itu menginginkan programnya, tetapi tak mau menerima dirinya karena mirip dengan lawan politiknya di Belitung untuk membuatnya kalah gara-gara memakai Al-Maidah ayat 51.
No comments:
Post a Comment